The little things that I do

truth, lies, and maze of love…. but you’ll be safe here

Archive for September, 2007

Kejutan [versi 2]

Ribuan kilometer demi aku…
Adalah kejutan !

Melihat senyummu
Kemudian mendengar suara hatimu
Tentang dia dan yang lain
Tentang sendirimu dan tentang kita

Hadiah itu demi aku !
Adalah kejutan…

Satu lagi lelaki dengan banyak hati
Dan maafkanlah aku
Jika tak mampu berkata-kata lagi
Jika tak jujur itu aku amini

Karena perasaanmu
Bukan lagi kejutan buatku…

Anak-anak itu

Bersama anak-anak itu
Berbagi cerita…
Tentang kehidupan dan cita-cita
Memandang mata ingin tahu mereka
Dan aku rindu kembali ke kanak-kanakku

Bersama anak-anak itu
Berlarian saling mengejar
Tertawa lepas bersama
Dan memeluk mereka membuatku haru…

Akhirnya kulepas anak-anak itu
Dengan lambaian tangan
Dan doa…
Semoga senyum tak hilang dari wajah mereka

*thanks to make me smile*

Jerat

Sayang,
aku tahu aku terjerat dalam cinta
Karena sesaat buatku terpesona
Pada perasaan memabukkan

Sayang,
aku tahu aku terjerat pada harga diri
Ego karena beda waktu dan imaji
Seperti juga dirimu

Sayang,
aku tahu aku terjerat pada rutinitas membuat jaring
Seumpama laba-laba pada sudut ruang itu
Sedangkan bukan aku yang tinggal pada jaringku

Sayang,
aku tahu aku terjerat
Dan bagaimanakah lepas dari jeratan ini ?

*thanks to ’sayang’-mu*

Jatuh

Sesaat aku di atas
Dan jatuh terhempas…

Dia mengajarkanku untuk terbang
Walau paham aku tak punya sayap

Berapakalikah aku melayang ?
Untuk kemudian jatuh lagi ?

Belum ingin aku coba
Berlari…
Memandang dunia dari tempat kakiku berpijak
Dan bukan melayang
Dengan sayap khayalan…

Tentangmu [Tentangku]

Baiklah. Pada satu titik itu aku mencoba bertahan.
Walau semua sudut kota ini tertawa padaku.
Aku bisa mengatasinya dan waktu membantuku menemuimu.
Ketika siang panas di ujung minggu membuat kita bertahan dengan idealisme. Atau konsisten. Atau apalah itu.
Aku hanya bisa tersenyum dan bertanya padamu pertanyaan yang kini bisa kau jawab.
Kau pada akhirnya melakukan ini bukan ?

Baiklah. Aku mencoba mengikuti permainanmu.
Yang pada awalnya tidak pernah kuminta.
Tidak pernah kuminta.
Pada satu asa itu aku mencoba bertahan. Demi percaya pada keajaiban (atau mulutmu ?)
Dan akhirnya kutemui keajaiban hatimu, yang bisa berbelok dan menikamku dari belakang.
Yang pertama, kedua, dan terakhir, cukuplah semua permainan ini kuikuti.
Aku menyerah dan terimakasih untuk kedangkalan yang tidak kusangka.

Baiklah. Mungkin kau bisa sejenak diam dan tidak tertawa ketika aku jatuh cinta (lagi).
Dan jangan terkejut pada akhirnya…
Hati ini buatku bertahan.
Kau disana, aku tahu itu.
Mengeluh atas idealisme palsu. Atau memang bukan palsu. Jadi siapa yang awalnya mau ?
Dan jatuh iba aku padamu…

Baiklah. Memang harus ku lari ke pantai itu.
Merasakan asinnya udara yang kuhirup,
dan menikmati angin yang menyentuh kulitku.
Dan bersyukur…
Bahwa tidak ada dirimu disini.

*7 September 2007*

Pada 28 Agustus 2007

Kepada dia yang buatku gila
Gila karena masih mimpikannya
Bagiku misteri adalah tetap misteri
Dalam mimpi yang masih misteri

Kepada dia yang buatku tertawa
Tertawa atas kebodohan bersama
Menjaga sesuatu yang akhirnya sia-sia
Percaya padamu yang juga sia-sia

Kepada dia yang buatku mencinta
Cinta pada harapan
Buatku hidup dalam ruang hampa
Dan mati perlahan…

Nama itu [27th August 2007]

Yang pertama
Lugu menyapa cinta
Tulus menjaga
Menangis dan tertawa, benarkah kita ?

Kedua adalah
Asa tak juga nyata
Sayang…
Dimana lagu untuk kita ?

Kembali pada nama itu
Memori berwujud
Mencoba mencari makna
Diantara lautan luas
Akankah kita ?

Platonis

Pada pulaumu aku singgah
Sejenak..

Membaca dan mencoba mengertimu
Sejenak..

Adakah manusia-manusia kini tak dapat dipahami ?
Oleh hati dan cinta..

Pada tanya ini aku berujung

Bisakah kau mencintaiku ?
Dengan platonis itu..

27 Agustus 2007

Bintang yang terlihat tiap malam
Adalah bintang yang sama
Yang tetap ada…
Meski awan menutupinya

Pada bintang yang kuharap jatuh
Ingin kusampaikan pesan buatmu

Malam itu
Ketika tatapanmu berkelana
Dan menunggu…
Aku masih disini

Datanglah bersama bintangku
Setidaknya bisa menghapus rindu
Sekedar untuk menyapaku

*untuk RM yang malam itu mencari bintang…*