The little things that I do

truth, lies, and maze of love…. but you’ll be safe here

Archive for October, 2007

21 Oktober 2007

Yang pertama (mungkin) bukan yang terakhir
Pada tubuh yang kau cinta
Sudah kau serahkan jiwa

Lalu?
Hiduplah dari kenangan
Sepahit minumanmu tiap pagi
Sesunyi malam-malam sendirimu
Yang berakhir dengan pertanyaan

Tak dapat kupertimbangkan
Benar atau salah
Jika kau tetap menginginkannya

Pada gambar yang berbicara
Sejuta rasa….melayang

Tolonglah dirimu sendiri
Karena sebesar cintamu itu
Aku masih berharap

Perjalanan Kabut

Berapa tahun ?
Pernah kukhayalkan
Pada suatu waktu itu

Berapa lama ?
Pernah kau impikan
Pada masa yang terlewati

………

Perjalanan kita
Melewati kabut yang menari
Di antara samar-samar cahaya

Biarlah keheningan berkuasa
Pada perasaan
Yang hilang diantara kabut

*pada salatiga-yogya*

Jangan !

Jangan percaya pada perasaan-perasaan
Yang berteriak pada hatimu
Berharap keinginan akan terpenuhi
Berharap kesempurnaan akhirnya ada

Jangan menyerah pada keinginan-keinginan
Yang menawarkan harapan semu
Karena kenyataan tidak berpihak pada keinginanmu

Jangan menyesal pada yang telah terjadi
Karena aku sayang padamu

*buat kamu.ya!kamu!*

10 Oktober 2007

Siapa yang akhirnya akan kupuaskan

Kalau dua minggu ini
Akhirnya sampai pada titik jenuhku
Lagi…

Lalu kamu menawarkan ketidakpastian
Yang harus kudatangi ?
Buang-buang waktu ini
Untukku atau untukmu…

Atas doa tadi pagi
Tolonglah aku…

Tentang aku [masih perlukah kau tahu?]

Jika sedetik lalu aku tertawa,
dan kini aku menangis…
Jangan menatapku dengan pandangan bertanya
Karena perasaanku tidak akan kubagi denganmu

Jika segalanya tampak tak sempurna buatku,
dan egoku membuatku tak bisa memahamimu…
Jangan menemaniku disini
Karena aku hanya ingin sendiri

Jika aku ingin berpuisi,
dan menyanyi dalam hati…
Jangan melarangku untuk menikmati hujan
Karena pada tetesan air itu aku ingin berbagi

Maka maafkanlah bila
Segala keanehan kuhentikan sampai disini…

Tentang aku [yang perlu kau tahu]

Tuliskanlah puisi tentang aku
pada akhir kembara khayalan
dan kesendirian yang sempurna
Aku disitu

Bacakanlah dongeng tentang aku
pada pantai berpasir ungu
dan ketika hujan mulai menetes
Aku disitu

Nyanyikanlah lagu tentang aku
pada kesetiaan akan harapan
dan birunya perasaan
Aku disitu

Karena hidupku tak perlu dipahami
hanya perlu dinikmati

Di batas sedih

Tidak pernah seperti ini
Sedih
[di antara tawa dan senyum]
Komitmen

Komitmen?
Seingatku tidak pernah kujanjikan

Dan di mana nuranimu?

Sendiri
di sini..
pada sedih yang berbatasan dengan bimbang
lalu jatuh lagi

Pada malam

Lelah dengan percakapan
Dan kembali pada ruangku
Membuatku harus mendengar gema suaramu

Lalu aku tergoda
Untuk kembali mencoba
Meskipun harus kembali pada ragu…

Kutangkap suaramu
Yang menjauh di antara kebisingan

Dan pada malam itu
Akhirnya aku rindu…