Dua gelas susu
Aku tidak bisa berlama-lama
Sebab beratnya kepala menyiksa
Dan tujuan semula terlupakan,
keinginan terabaikan
Jadi, dimana harus kucari,
rumah yang dari jendelanya bisa kulihat pohon itu,
sementara kenangan tergores di bangku depan ?
Tidak ada cangkir teh
Aku tidak sempat berbasa-basi
Pilihan itu memang menyakitkan
Tapi yang perlu kulakukan hanyalah jujur
Pada hati yang hampir lelah berseru
Pada ego yang hampir kutaklukkan
di menit-menit lalu…