The little things that I do
truth, lies, and maze of love…. but you’ll be safe hereArchive for Love Thing
Kembang Api Sebelum Tahun Baru
Di malam itu selepas bermimpi
Pohon-pohon menyergapku
Duduk di antara dedaunan. Ketika semua ranting membelit lenganku. Bingung. Mencoba meragu atas nyaman yang hadir. Hatiku masih mencari… Kesalahan apakah yang telah kuperbuat. Hingga pohon-pohon ini marah padaku ? Tidak. Aku hanya bernyanyi ketika kuncup itu mulai tumbuh. Mendongeng untuk buahmu yang ranum. Dan tidur di antara akarmu yang hampir menyatu dengan tanah. Basah.
Untuk cinta ada hal-hal yang tak dapat kuubah. Tidak juga hatiku. Jangan tanyakan kenapa karena aku juga tak tahu mengajukan pertanyaan yang tepat. Selewat puluhan bulan. Mungkin. Maukah kau membawaku pada akar bakau di pantai itu ? Karena akarmu yang hampir menyentuh tanah ini, hampir selalu membawaku pada mimpi buruk. Untuk kembali ke rumah.
Aku belum selesai bercerita bukan ? Tentang ketakutanku atas rahasianya yang dipercayakan padaku. Mengapa aku ? Sudah cukuplah rahasia pohon-pohon ini kucatat dalam hati. Sementara daun-daun gugur mengajarkanku berhitung. Sampai kapan kita harus menunggu tunas baru itu muncul ? Sementara semalam dua menambah lagi ketakutanku.
Lenganku cukup kuat untuk memelukmu, menenangkanmu, sementara rasa takut ini membuatku menggigil. Segeralah bawa aku dari sini. Kau tahu siapa sebenarnya yang aku cari. Atau apa yang sebenarnya harus kutemui. Matahari mulai redup…
Senja datang kembali…
Dan di atas pasir ini kita berdua duduk
Mengumpulkan kembang api sebelum tahun baru
Manis
Jemari yang menahan tubuhku…
Wangi pekat, semilir, wangi, wangi
Analogi lugu yang buatku tersenyum
Bahagiaku…
Bahagiamu ?
Sesederhana itu
Untuk menyebabkan pesona manis, melekat !
Denganmu
Yang tidak pernah terbayangkan
Jika dengan alasan hati
Pada waktu-waktu yang berlalu
Dan semua logika tak tersisa
Dulu, sekarang, tiada berbeda
Dia masih lelaki yang sama, ternyata
Pada tawa di matanya
Pada pilihan hatinya
Semua berakhir di ego, berdua
Biarkan hanya begini
Apa yang tak bisa kita satukan
21 Oktober 2007
Yang pertama (mungkin) bukan yang terakhir
Pada tubuh yang kau cinta
Sudah kau serahkan jiwa
Lalu?
Hiduplah dari kenangan
Sepahit minumanmu tiap pagi
Sesunyi malam-malam sendirimu
Yang berakhir dengan pertanyaan
Tak dapat kupertimbangkan
Benar atau salah
Jika kau tetap menginginkannya
Pada gambar yang berbicara
Sejuta rasa….melayang
Tolonglah dirimu sendiri
Karena sebesar cintamu itu
Aku masih berharap
Pada malam
Lelah dengan percakapan
Dan kembali pada ruangku
Membuatku harus mendengar gema suaramu
Lalu aku tergoda
Untuk kembali mencoba
Meskipun harus kembali pada ragu…
Kutangkap suaramu
Yang menjauh di antara kebisingan
Dan pada malam itu
Akhirnya aku rindu…
Kejutan [versi 2]
Ribuan kilometer demi aku…
Adalah kejutan !
Melihat senyummu
Kemudian mendengar suara hatimu
Tentang dia dan yang lain
Tentang sendirimu dan tentang kita
Hadiah itu demi aku !
Adalah kejutan…
Satu lagi lelaki dengan banyak hati
Dan maafkanlah aku
Jika tak mampu berkata-kata lagi
Jika tak jujur itu aku amini
Karena perasaanmu
Bukan lagi kejutan buatku…
Pada 28 Agustus 2007
Kepada dia yang buatku gila
Gila karena masih mimpikannya
Bagiku misteri adalah tetap misteri
Dalam mimpi yang masih misteri
Kepada dia yang buatku tertawa
Tertawa atas kebodohan bersama
Menjaga sesuatu yang akhirnya sia-sia
Percaya padamu yang juga sia-sia
Kepada dia yang buatku mencinta
Cinta pada harapan
Buatku hidup dalam ruang hampa
Dan mati perlahan…
Nama itu [27th August 2007]
Yang pertama
Lugu menyapa cinta
Tulus menjaga
Menangis dan tertawa, benarkah kita ?
Kedua adalah
Asa tak juga nyata
Sayang…
Dimana lagu untuk kita ?
Kembali pada nama itu
Memori berwujud
Mencoba mencari makna
Diantara lautan luas
Akankah kita ?
27 Agustus 2007
Bintang yang terlihat tiap malam
Adalah bintang yang sama
Yang tetap ada…
Meski awan menutupinya
Pada bintang yang kuharap jatuh
Ingin kusampaikan pesan buatmu
Malam itu
Ketika tatapanmu berkelana
Dan menunggu…
Aku masih disini
Datanglah bersama bintangku
Setidaknya bisa menghapus rindu
Sekedar untuk menyapaku
*untuk RM yang malam itu mencari bintang…*
Rabu [22nd August 2007]
Rabu itu…
Berlagu dalam irama sendu
Karena kehilanganmu
Rabu itu…
Bersembunyi di balik halaman buku
Menunduk tersipu
Ketika melihat senyummu
Rabu itu…
Ingin kunyanyikan lagu
Dan menggenggam tanganmu
Selalu…